halaman

Friday, February 22, 2013

Makalah Fiqh Munakahat Hak dan Kewajiban Suami Istri



BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Keluarga yang harmonis dan mengikuti aturan rumah tangga ataupun mengikuti sesuai dengan ADRT adalah hal yang sangat penting untuk melanggengkan ikatan rumah tangga tersebut. sehingga harus bisa menjaga dan memelihara setiap individunya untuk bisa memberikan yang terbaik kepada suami ataupun istri. Hal itu dikaji dalam ilmu Fikih Munakahat yang menjelaskan tentang bagaimana hak dan kewajiban suami istri dalam rumah tangga.

B.     Rumusan Masalah
A.  Hak dan kewajiban suami istri
B.  Hak dan kewajiban suami terhadap istri
C.  Kewajiban istri terhadap suami

C.    Tujuan Pembahasan
-          Mengetahui dan memahami bagi yang sudah dan yang akan menjalin rumah tangga akan seberapa jauh kewajiaban yang harus dilakukan dalam rumah tangga, baik untuk suami ataupun untuk istri.
-          Menyadarkan betapa pentingnya kewajiban bagi suami istri dalam rumah tangga. 
-          Menjalin rumah tangga yang penuh tanggung jawab untuk mempertahankan jalinannya hingga akhir hayat.






BAB II
PEMBAHASAN

A.   Hak dan Kewajiban Suami Istri
     Jika suami sama-sama menjalankan tanggung jawabnya masing-masing, maka akan terwujudlah ketrentaman dan ketenangan hati sehingga sempurnalah kebahagiaan hidup berumah tangga. Dengan demikian, tujuan hidup berkeluarga akan terwujud sesuai dengan tuntunan agama, yaitu sakinah, mawaddah, dan warrohmah.
1.      Hak Bersama Suami Istri
Dengan adanya akad nikah maka antara suami dan istri mempunyai tanggung jawab dan hak . yaitu sebagai berikut;
a.       Suami dan istri dihalalkan melakukan hubungan seksual. Mengadakan kenikmatan hubungan merupakan hak bagi suami istri yang dilakukan secara bersamaan.
b.      Haram melakukan pernikahan dengan saudaranya masing-masing baik suami maupun istri.
c.       Dengan adanya pernikahan, kedua belah pihak saling mewarisi apabila seseorang telah meninggal meskipun belum bersetubuh.
d.      Anak mempuanyai nasib jelas.
e.       Kedua belah pihak bertingkah laku dengan baik sehingga melahirkan kelsraan dalam kedamaian hidup.
Hal ini berdasarkan firman Allah dalam surat An-nisa  ayat 19


“……. dan bergaulah dengan mereka (istri) secara patut….”
Bersikap lemah lembut kepada istri
     Seorang suami dianjurkan bersikap lemah lembut kepada istrinya. Di samping itu, suami juga harus berperilaku yang santun kepada istrinya, bahkan harus menjadi tauladan. Tidak boleh menyakitinya, baik dengan kekerasan badan maupun lisanya.
     Dalam hidupnya manusia tidak dapat terlepas dari adanya kebutuhan-kebutuhan, baik kebutuhan bersifat jasmaniyah maupun rohaniyah. Karena manusia memilika kebutuhan untuk melakukan suatu aktivitas atau tindakan tertentu  dalam hidupnya.
     Dalam kehidupan berumah tangga, seorang suami istri harus saling hormat dan saling mengasihi. Saling bantu membantu, take ang give (memberi dan menerima), saling pengertian tidak boleh egoistis atau mau menang sendiri.
2.      Kewajiban Suami Istri
Dalam Kompilasi Hukum Islam disebutkan bahwa kewajiban suami istri, secara rinci, sebagai berikut;
a.       Suami istri memikul kewajiban yang luhur untuk menegakan rumah tangga yang sakinah, mawadah, dan warohmah yang menjadi sendi dasar dari susunan masyarakat.
b.      Suami istri wajib saling mencintai, menghormati, setia, dan memberi bantuan lahir bathin
c.       Suami istri memikul kewajiban untuk mengasuh dan memelihara anak-anak mereka, baik mengenai pertumbuhan jasmani, rohani, amupun kecerdasanya, serta pendidikan agamanya.
d.      Suami istri wajib memelihara kehormatanya.
e.       Jika suami atau istri melalaikan kewajibanya, masing-masing dapat mengajukan gugatan ke pengadilan agama.

B.   Hak dan Kewajiban Suami Terhadap Istri
1.      Hak Suami Terhadap Istri
Diantara beberapa hak suami terhadap istrianya, yang paling pokok diantaranya;
a.       Ditaati dalam hal-hal yang tidak maksiat
b.      Istri menjaga dirinya sendiri dan harta suami
c.       Menjauhkan diri dari mencampuri sesuatu yang dapat menyusahkan suami\
d.      Tidak bermuka masam di hadapan suami
e.       Tidak menunjukan keadaan yang tidak disenangi suami
     Kewajiban taat kepada suami hanya dalam hal-hal yang dibenarkan agama, bukan dalam hal kemaksiatan kepada Allah Swt. Jika suami memerintahkan istri untuk berbuat maksiat, maka ia harus menolaknya. Di antara ketaatan istri kepada suami adalah tidak keluar rumah kecuali dengan izinya.
     Dalam Al-Quran Allah Swt, menjelaskan bahwa istri harus bisa menjaga dirinya, baik ketika berada di depan maupun di belakang suaminya, dan ini merupakan salah satu cirri yang salehah.

Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara.” (QS An-Nisa [4] ; 34)
     Maksud memelihara diri di balik pembelakanga suaminya. Dalam ayat tersebut adalah istri dapat menjaga dirinya ketika suaminya tidak ada dan tidak berbuat khiana kepadanya, baik ,mengenai diri maupun harta bendanya. Inilah ,erupakan kewajiban tertinggi bagi seseorang istri terhadap suami.
2.      Kewajiban Suami Terhadap Istri
Kewajiban suami terhadap istri mencakup kewajiban materei berupa kebendaan dan kewajiban nonmateri yang berupa kebendaan.
Kewajiban materi berupa kebendaan
Sesuai dengan penghasilanya, suami mempunyai kewajiban terhadap istri
v  Memberi nafkah, pakaian, dan tempat tinggal
v  Biaya rumah tangga, biaya perawatan, dan baiaya pengobatan bagi istri dan anak
v  Biaya pendidikan bagi anak
Dua kewajiban yang paling depan di atas mulai berlaku sesudah ada tamkin, yaitu istri mematuhi suami, khususnya, ketika suami ingin menggaulinya. Di samping itu, nafkah bisa gugur apabila istri nusuz.

C.   Kewajiban Istri Terhadap Suami
Diantara beberapa kewajiban seorang istri terhadap suami adalah sebagai berikut;
a.       Taat dan patuh terhadap suami
b.      Pandai mengambil hati suami memalui makanan dan minuman
c.       Mengatur rumah dengan baik
d.      Menghormati keluarga suami
e.       Bersikap sopan, penuh senyum terhadap suami.
f.       Tidak mempersulit suamidan selalu mendorong suami untuk maju
g.      Ridha dan syukur terhadap apa yang telah diberika suami
h.      Selalu berhemat dan suka menabung
i.        Selalu berhias, dan bersolek untuk dihadapan suami
j.        Jangan selalu cemburu buta.


Sumber
Prof. Dr. H.M.A Tihami, M.A., M.M , Drs. Sohari Sahrani, M.M., M.H. Fiqh Munakahat (kajian Fiqh Nikah Lengkap). Jakarta: Rajawali Pers, 2010, cet. ke-2.

2 comments:

  1. Salam Sejahtera. . . . .
    Absen Hadir diblog gan
    ta lupa ikutd,
    Succeesfull
    Aamiin. . . . .




    izin copasz juga tentunya
    hehe

    ReplyDelete